Warga RT 17 Pongtiku Keluhkan Janji Pemasangan Air Bersih yang Tak Kunjung Terwujud

NUNUKAN – Warga RT 17 Pongtiku, Kelurahan Nunukan Tengah, kembali menyuarakan keluhan terkait belum terealisasinya pemasangan air bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Keluhan ini disampaikan langsung oleh Philipus, mantan Ketua RT 17, yang mewakili keresahan warga setempat saat di temui di kediamannya, Minggu (25/1/26).

Philipus mengatakan, sejak lama warga RT 17 telah dijanjikan pemasangan air bersih. Bahkan, menurutnya, pipa air sudah terpasang di wilayah tersebut, namun hingga kini air belum juga dialirkan ke rumah-rumah warga.

“Dari kemarin-kemarin itu kan ada janji air mau dimasukkan, sampai sekarang hanya pemasangan pipa. Kendalanya di mana, kami juga tidak tahu persis,” ujar Philipus.

Ia mempertanyakan alasan pihak PDAM yang menyebut jaringan air di wilayah RT 17 belum mampu mengalirkan air, sementara di wilayah lain seperti RT 19 dan kawasan Persemayaman Bukit Cinta, air justru sudah bisa dipasang meski kondisi geografisnya dinilai lebih tinggi.

“RT 19 ini kan sama saja dengan RT 17. Kalau memang tidak mampu, kenapa pipanya dipasang? Itu yang menjadi pertanyaan kami sebagai warga,” tegasnya.

Philipus mengungkapkan, selama dirinya masih menjabat sebagai Ketua RT, pihaknya sudah berulang kali mengajukan permohonan, termasuk menyampaikan aspirasi kepada perwakilan rakyat dan langsung ke kantor PDAM. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas.

Ia juga mengaku pernah menemui pihak PDAM dan menyampaikan langsung, terkait harapan agar RT 17 bisa diprioritaskan jika pemasangan meteran di wilayah kota dibatasi.

“Kalau di kota terus disambung, sampai kapan kami di sini bisa dapat air,” katanya.

Menurut Philipus, keterbatasan air bersih sangat dirasakan warga, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidup sebagai petani. Dalam kondisi tertentu, warga terpaksa membeli air secara terus-menerus bahkan berutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Empat sampai lima hari tidak ada air, kami mau dapat uang dari mana. Terpaksa beli, utang dulu, nanti kalau ada uang baru bayar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meski di wilayah tersebut terdapat sumber air seperti embung, namun hingga kini RT 17 belum pernah mendapatkan sambungan resmi. Warga pun berharap kepemimpinan baru di PDAM dapat segera memberikan solusi nyata.

“Harapan kami sederhana, kalau bisa secepatnya dipasangkan air. Kami tidak mau demo, kami hanya menyampaikan agar air bersih bisa dinikmati warga di sini,” tutup Philipus. (Zha)

Previous Post

No more post

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *