Tiga Rumah Hangus Dilalap Api di Nunukan Tengah, Diduga Akibat Korsleting Listrik

NUNUKAN – Kebakaran hebat menghanguskan tiga unit rumah warga di Jalan Rimba RT 09, Kelurahan Nunukan Tengah, Selasa (27/1/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.18 Wita itu membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.

Tiga rumah yang terbakar masing-masing diketahui milik Bapak Mori, Abdullah Tangsi, dan satu rumah lainnya yang hingga kini identitas penghuninya belum diketahui. Api dengan cepat menjalar karena sebagian besar bangunan terbuat dari kayu.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik dari sebuah rumah yang berada di belakang rumah Bapak Mori. Api kemudian merembet ke rumah Mori dan kembali menjalar ke rumah Abdullah Tangsi yang berada tepat di sebelahnya.

Abdullah Tangsi mengaku tidak menyadari adanya kebakaran karena sedang tertidur pulas. Ia baru terbangun setelah dibangunkan oleh tetangga yang melihat api sudah membesar di sekitar rumahnya.

“Saya lagi tidur, tiba-tiba tetangga depan rumah teriak dan bangunkan saya. Api sudah besar,” ungkap Abdullah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan, Wahyudi Kawariyin, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 03.18 Wita dan langsung menerjunkan personel serta armada pemadam ke lokasi.

“Begitu laporan masuk, personel dan mobil pemadam langsung kami turunkan,” ujar Wahyudi.

Petugas pemadam kebakaran langsung fokus melakukan pemadaman di rumah milik Bapak Mori yang sudah terbakar hebat. Sementara sebagian petugas lainnya melakukan penyekatan api agar tidak meluas ke rumah Abdullah Tangsi dan bangunan di sekitarnya.

“Sebagian petugas fokus pemadaman, sebagian lagi melakukan penyekatan api agar tidak semakin meluas,” tambahnya.

Setelah berjibaku selama kurang lebih setengah jam, kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan proses pendinginan di lokasi kebakaran.

“Kami pastikan api benar-benar padam. Karena bangunan dari kayu, sering kali masih ada bara api yang tersisa,” tutup Wahyudi. (*)

Previous Post

No more post

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *