Nunukan – Warga Pasir Putih, Kampung Jawa, mengeluhkan layanan air bersih PDAM yang dinilai tidak stabil. Aliran air kerap mengecil bahkan sempat mati total selama dua hari, sementara tagihan justru mengalami kenaikan.
Salah satu warga, Lusiana, mengaku sudah sekitar sepekan terakhir aliran air di rumahnya hanya mengalir kecil. Kondisi tersebut semakin parah dalam dua hari terakhir karena air tidak mengalir sama sekali.
“Seminggu itu kecil ngelirnya, terus dua hari mati total. Ini baru tadi jalan lagi, tapi masih kecil,” ujar Lusiana saat ditemui.
Ironisnya, meski distribusi air tidak maksimal, pembayaran tagihan tetap berjalan lancar dan bahkan cenderung meningkat. Ia menyebut biaya yang harus dibayar setiap bulan terbilang tinggi.
“Pembayarannya lancar, tapi melunjak. Paling sedikit Rp350 ribu. Kemarin sampai Rp400 ribu lebih,” katanya.
Menurutnya, saat ini memang ada sedikit penurunan tagihan, namun belum signifikan. Ia berharap ada perbaikan layanan sekaligus penyesuaian biaya.
“Sekarang ada turun sedikit lah, tapi kalau bisa turun lagi,” tambahnya.
Lusiana berharap pihak PDAM dapat segera membenahi distribusi air agar kembali normal, sehingga kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi tanpa kendala.
“Harapannya PDAM lancar-lancar saja, airnya jalan terus,” pungkasnya. (*)